BILA CINTA PERGI


Bila kau tak mencintaiku lagi
Suatu saat nanti
Dan rasa sayang sudah tak sanggup menahan hati
Apakah kau akan tetap pergi?
Disaat kebersamaan sekian lama sudah tak cukup jadi referensi
Masihkah angan kita menjadi tua bersama
Bisa memberi alasan untuk tinggal?
Disaat ketulusan tak lagi menarik perhatian
Masihkah komitmen yang kita jaga
Mampu menggodamu untuk tak berpaling?
Disaat jarak tak lagi menghilangkan kejenuhan
Masihkah mimpi indah yang kita jalin
Akan menyegarkan keletihan batin?
Disaat kesabaran tak jua mendekatkan pada ujung penantian
Genggam tanganku dan tatap mata ini
Apakah itu sudah tidak punya arti?
Disaat apa yang aku punya sudah tak cukup memberi
Masihkah seluruh hati yang kau minta dan kuberi
Membuatku jadi pilihan?
Bila cinta tak tersisa lagi Suatu masa nanti
Dan yang kutawarkan tak sanggup mengisi
Maukah kau menemani hanya sampai esok hari
Karena malam ini akan ku untai lagi
Segala yang kita miliki dan lewati
Sebelum semuanya akan tinggal memori
Saat kau memutuskan untuk tak kembali 



Malam Terakhir

Jika saat ini sampai, aku tidak tahu apakah harus menangis atau tertawa.
Kapankah kali terakhir kita menyusuri Kuta di senja hari,
sama-sama memuji buih yang lembut.
Bergulungan di pasir, lalu kita kehilangan butir senja yang redup,
yang tersisa adalah kerlip bintang, debur ombak, dan dirimu disampingku.
Dulu aku pernah membayangkan luluh di peluhmu seperti malam tadi,
tidak ada kata ataupun kalimat yang terucap,
mata punya bahasa,
lidah juga punya kata,
dan rasa memang tak perlu dikata.


Category: 0 komentar

0 komentar:

Posting Komentar